Ozil Dan Gundogan Dapat Pembelaan Dari Perdana Menteri Jerman

Ozil Dan Gundogan Dapat Pembelaan Dari Perdana Menteri Jerman

Ozil Dan Gundogan Dapat Pembelaan Dari Perdana Menteri Jerman

Berita Bola – Perdana Menteri Jerman Angela Merkel dan mantan kapten tim nasional Philipp Lahm memberikan pembelaannya terhadap Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan. Ozil Dan Gundogan Dapat Pembelaan Dari Perdana Menteri Jerman

Ozil Dan Gundogan Dapat Pembelaan Dari Perdana Menteri Jerman

Dua pemain Timnas Jerman itu dicemooh oleh para suporter sendiri pada laga kontra Austria dan Arab Saudi beberapa waktu lalu. Alasannya, Ozil dan Gundogan tertangkap basah berfoto bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Apalagi pemain Manchester City, Gundogan, yang keturunan Turki menyebut Erdogan sebagai presidennya, walau ia resmi berkewarganegaraan Jerman.

Menurut publik Jerman dan grup hak asasi manusia, Erdogan merupakan pemimpin yang otoriter, menangkapi para jurnalis dan oposisi pemerintah serta menzalimi suku Kurdi.

Ilkay Gundogan menjelaskan bahwa dirinya hanya memiliki keterikatan batin dengan Turki, dengan Erdogan sebagai pemimpinnnya.

“(Pencemoohan) itu merupakan pengalaman yang sulit. Sebab kami mempunyai akar Turki, kami masih memiliki hubungan yang kuat dengan Turki. Tapi itu bukan berarti Tuan (Frank-Walter) Steinmeier bukan presiden kami atau Nyonya Merkel bukan perdana menteri kami. Bukan niatan kami untuk masuk ke ranah politik,” jelas Gundogan, beberapa waktu silam.

Pembelaan pun muncul dari pelatih Jerman Joachim Loew yang merasa kecewa dengan para suporter karena nyatanya Ozil dan Gundogan membela negara Jerman, bukan Turki, dan kini pembelaan pun muncul dari Angela Merkel.

“Keduanya tidak mengecewakan siapapun, khususnya fans Jerman secara keseluruhan,” ujar Merkel pada ARD. “Saya rasa kedua pemain itu tidak mempertimbangkan bahwa foto bersama Presiden Edrogan tersebut bisa memicu (kemarahan).”

Sementara Philipp Lahm memberikan simpatinya terhadap Ozil dan Gundogan yang baginya memberikan kontribusi besar bagi negara.

“Anda tahu apa arti keduanya bagi Jerman, yang kini harus diperjelas kembali. Seperti itu lah orang Jerman, sedikit kontradiktif,” tegas Lahm pada Kolner Standt-Anzeiger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *