by

Hamsik Berkeinginan Membawa Napoli Mendapatkan Scudetto

Hamsik Berkeinginan Membawa Napoli Mendapatkan Scudetto

Berita Bola – Di Napoli, Diego Maradona yaitu mitos tersendiri. Pemain legendaris yang berasal dari Argentina tersebut merupakan Il Dio ‘Sang Dewa’ untuk orang-orang kota itu. Itu karna Maradona memanglah sosok mengagumkan sepanjang membela I Partenopei. Dia juga bintang paling akhir yang dapat menghadirkan Scudetto untuk Napoli. Tetapi, Marek Hamsik menginginkan mengikis mitos itu. Hamsik Berkeinginan Membawa Napoli Mendapatkan Scudetto

Hamsik Berkeinginan Membawa Napoli Mendapatkan Scudetto

Hal tersebut disibakkan Hamsik dalam wawancara dengan Sport1, Selasa (13/2/2018), mendekati pertandingan menjamu wakil Jerman, RasenBallsport Leipzig, di Liga Europa. Dia menilainya telah waktunya ganti mitos Maradona dengan mitos baru. Langkahnya, sudah pasti dengan mencapai Scudetto Serie A, suatu hal yang dikerjakan Maradona tiga dekade yang lalu.

“Tentu saja kami ketahui kalau Diego begitu berarti untuk kota ini. Dia itu nomor satu serta juga akan demikian selama-lamanya, ” urai Hamsik. “Meskipun sekian, kami mesti serta menginginkan mengikis mitos itu sedikit untuk sedikit dengan jadi juara. Sangatlah lama mulai sejak kali paling akhir Napoli mencapai titel. Jadi, juga akan begitu indah apabila kami dapat mengulangi itu kesempatan ini. ”

Keinginan untuk mengikis mitos sang legenda cukup terbuka. Sekarang ini, I Partenopei masih tetap memimpin classifica Serie A. Tetapi, mereka tidak bisa lengah. Pasalnya, Juventus cuma satu poin di belakang mereka. Sekali terpeleset saja dapat buat tempat anak-anak asuh Maurizio Sarri dikudeta sang petahana. Apabila itu berlangsung, yang diimpikan merebut Scudetto dapat pupus seperti dua musim kemarin.

Dengan khusus, meskipun saat ini telah jadi legenda baru dengan melalui rekor gol Il Dio, Hamsik menyatakan kalau dirinya sosok yang berlainan dari Maradona. “Tak ada persamaan diantara kami. Dia seseorang penyerang dengan imajinasi mengagumkan. Saya merupakan tipe pemain yang berlainan serta senang juga akan hal tersebut, ” jelas dia.

Selanjutnya, pemain asal Slowakia itu mengakui tidak mengidolakan sang legenda. Pasalnya, dia tumbuh bukanlah pada saat keemasan Maradona. Walau pernah lihat sebagian kompetisi yang dijalani kapten Argentina waktu juara Piala Dunia 1986 itu, diakuinya miliki sosok-sosok lain yang jadikan referensi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed